DFI 855GME-MGF adalah sebuah mainboard
dengan teknologi chip-set Intel 855. Chip-set 855 sebenarnya
diperuntukan bagi CPU mobile atau pemakaian notebook. Tetapi
pada perkembangan teknologi, efisiensi CPU Intel mobile memiliki
kemampuan proses paling efisien dibandingkan CPU Desktop
Pilihan pada model board saat ini
tidak hanya membicarakan pada sebuah Desktop PC dengan kecepatan
tinggi dan pemakaian power besar. Tetapi terbagi dalam beberapa
kelas. Kita sebut saja sebuah desktop PC high performance, dengan
processor mahal dan memory berkecepatan tinggi masih mendominasi
pemakaian gamer. Dibawahnya adalah model PC medium, umumnya
dibuat dengan miniATX form factor. Kelas ini diperuntukan bagi
pemakain terminal atau PC standard dengan terintegrasi dengan
VGA pada chip-set atau dikenal sebagai IGP mainboard. Dibawahnya
kelas ini masih dibagi dengan low power PC, seperti disain dari
VIA EPIA yang kecil dengan pemakaian power dan masih dibagi
dengan beberapa model nonstandard misalnya PC dengan mainboard
dibuat khusus sangat kecil.
Lepas dari teknologi PC tahun lalu,
saat ini muncul kembali adopsi teknologi Processor Mobile untuk
desktop PC.Kemampuan PC dikelas ini baru saja dimulai dengan
munculnya mainboard dengan chip-set i825 dan terbaru dengan
i855. Keuntungan pada pemakaian CPU mobile yang efisien rupanya
membuat ketertarikan vendor untuk membuat mainboard bagi CPU
Mobile .
Kenapa disebut efisien pada pemakaian
CPU mobile dari Intel, kita lihat beberapa perbedaan dari teknologi
Processor dekstop dengan mobile.
Pertama CPU mobile didisain untuk
bekerja dengan kemampuan terbatas termasuk disain dan pemakaian
power. Kedua untuk memaksimalkan performa, misalnya sebuah notebook.
CPU Mobile mengandalkan internal cache disampin kecepatan internal
bus CPU dan instruksi yang ada pada processor. Bila dibandingkan
dengan Pentium Prescott, processor tersebut hanya memiliki L1
data 16KB dan trace 12KB dan L2 1MB, sedangkan Pentium 4 Northwood
hanya memiliki L1 data 8KB dan trace 12KB serta L2 512KB. Dibandingkan
Celeron M 478 mPGA saja sudah setanding dengan kemampuan Pentium
Desktop dengan L1 data 12KB dan Trace 8KB walaupun memiliki
L2 Cache lebih kecil dengan 256KB sedangkan model CPU Banias
memiliki L2 pada data dan trace masing masing 32KB dengan L1
512MB/1MB dan terakhir adalah Dothan dengan L1 yang sama seperti
Banias tetapi memiliki L2 2MB. Keuntungan dengan processor mobile,
sebuah CPU hanya memerlukan 40W sebagai sumber tenaga. Selain
tekanan dari kemampuan hemat baterai, dengan power rendah diharapkan
processor hanya menimbulkan panas lebih sedikit.
Untuk itu kami mencoba membahas seberapa
kemampuan mainboard i855 dengan DFI 855GME-MGF, khususnya kemampuan
proses graphic 3D.
Perlengkapan DFI 855GME-MGF
Tidak
banyak hal menonjol pada perlengkapan DFI 855GME-MGF . Hanya
menyertakan kabel SATA dan ATA, driver serta jumper tambahan
untuk setup sound card.
Karena DFI 855GME-MGF mengunakan CPU
mobile kecil, maka terdapat perbedaan pada posisi cooler heatsink.
DFI 855GME-MGF menyertakan mini heatsink untuk CPU dengan tambahan
fan 60mm untuk pendingin CPU
Ethernet, sound card, USB, SATA &
power.
DFI
855GME-MGF memiliki panel belakang standard seperti mainboard
desktop. Firewire, 4 USB port dan VGA output dari IGP, 1 serial
dan LPT port serta tambahan jack port untuk multimedia. Untuk
LAN port memiliki kecepatan 1GBit LAN dengan chip-set Realtek
8110s
Perbedaan yang menyolok terletak pada
SATA. DFI 855GME-MGF melengkapi 2 SATA termasuk option RAID
dan 2 ATA tambahan. Untuk fan disediakan 3 power bagi fan. Beberapa
jumper pada mainboard juga disediakan seperti setup output sound
card, reset BIOS dan jumper bagi pemilihan kecepatan CPU.

Kesisi depan, DFI 855GME-MGF menyediakan
2 slot DIMM standard untuk PC2700. Untuk socket power hanya
memerlukan main socket power. Jadi pemakaian DFI 855GME-MGF
dapat juga mengunakan power lama tetapi disarankan memiliki
kekuatan output minimal 250Watts.

Setting BIOS dan overclock
DFI
855GME-MGF mirip seperti setup BIOS untuk standard desktop kecuali
option Overvoltage tidak lagi ditemui pada setup BIOS.
Pilihan FSB dapat ditingkatkan dari
100Mhz sampai 250Mhz step 1MHz. Pilihan memory memiliki option
standard maksimum awal dengan PC2700/DDR333 bagi FSB 100Mhz.
Untuk setup dapat dipilih beberapa kecepatan bagi dukungan memory
ke IGP atau internal VGA. Atau bila mengunakan external VGA
dapat juga digunakan kecepatan PC2700 atau DDR333 pada FSB 100Mhz
untuk CPU. Sehingga ketika CPU dipercepat dengan overclock maka
kecepatan CPU juga ikut terangkat.
855GME-MGF untuk 479 mPGA
Untuk memastikan mainboard DFI 855GME-MGF
kami mengunakan 2 jenis CPU yaitu model Celeron M 478 pin dan
Banias 479. Pada test rupanya Celeron dengan socket 478 tidak
dapat diterima oleh DFI 855GME-MGF. Tetapi dari info terakhir
seharusnya board dapat menerima socket 478 dengan batasan minimal
Pentium M dan bukan Celeron M
Untuk membedakan jenis socket 478
dan 479 mPGA dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Pada gambar
Kiri adalah jenis CPU dengan Socket 479 (Left) yang memiliki
tambahan 1 pin, sedangkan gambar disebelahnya adalah Socket
478. Pada gambar kedua adalah informasi dari Celeron M Banias
yang digunakan untuk pengujian DFI 855GME-MGF.


Test Bed :

Hardware: Setting Auto
-
Processor : Intel Celeron
M 1.2 479 mPGA
-
Memory : Corsair PC3200
XL Pro 1GB
-
VGA : Gigabyte Radeon
X800 Pro AGP
-
Power : Antec Neo 480
-
Harddisk :Hitachi Deskstar
250GB SATA
-
Driver : WinXP SP1, DirectX
9.0c, Sisoft Sandra, CPUmark99, CPUz, 3Dmark03 , Final Fantasy,
PCmark02, Aquamark
|
Specification
Benchmark test
|
| |
Celeron M 1.2Ghz
|
Celeron M 1.45Ghz @ 120Mhz OC
|
P4 2.4C
|
| Technology |
0.13micron
|
| Bus |
400Mhz QPB
|
800Mhz QPB
|
| Mutliplier |
12X 100Mhz
|
12X120Mhz
|
12X200Mhz
|
| Memory |
Single channel/DDR333
|
Single channel/DDR400
|
Dual Channel/DDR400
|
| Latency |
2-2-2-5
|
| HT |
None
|
On
|
| L1 |
64KB
|
20KB
|
| L2 |
512MB
|
512MB
|
| Mainboard |
DFI 855GME-MGF
|
Asus P4C800
|
| Chip-set |
i855
|
i875
|
| Pengujian dengan Intel Celeron Banias 1.2GHz
(12X100Mhz) |
CPUz Overclock Celeron M 1.2Ghz
@ 1.45Ghz

CPUz Overclock Celeron M 1.2Ghz @ 1.45Ghz,
memory speed

Sisoft Sandra Celeron M 1.2Ghz @ 1.45Ghz

Pada awal test, performa Pentium
4 Northwood terlihat unggul. Pada benchmark SisoftSandra,
score Celeron M masih tertinggal dibandingkan P4 2.4Ghz.
Demikian juga pada hasil score CPUmark untuk melihat kemampuan
proses CPU dengan perangkat pendukung, Pentium 4 Northwood
masih tetap diposisi atas dengan kemampuan dual channel
memory



Tetapi pada test 3Dmark, keunggulan
chipset 855 melewati kecepatan i875. Dengan kecepatan Celeron
dibawah 2Ghz mampu menyamai kemampuan P4 2.4C. Top speed
Celeron M dapat dipacu pada 123Mhz, dan akan terhenti ketika
dipaksakan bekerja pada FSB 125Mhz dimana harddisk tidak
dapat melakukan boot. Dan pada Benchmark dilakukan pada
kecepatan 120Mhz untuk mendapatkan kecepatan DDR400 dan
menyamai kecepatan P4 2.4C


Detail FPS 3Dmark 03

DFI 855GME-MGF memanfaatkan kemampuan
Mobile processor. Dengan kecepatan Celeron M 1.4Ghz, kecepatan
test 3D menandingi dari P4 2.4C yang lebih boros tenaga. Walaupun
kemampuan memory single channel pada awalnya terlihat lambat,
ternyata performa dari proses 3D sangat cepat. Terlihat pada
benchmark untuk kemampuan frame rate cukup meningkat ketika
CPU dipacu diatas 20% dari kecepatan normal, bahkan beberapa
sesi meninggalkan kemampuan P4 2.4C. Rendahnya pemakaian power
pada DFI 855GME-MGF dan rendahnya panas dari Mobile processor
bisa menjadi pilihan terbaik untuk membuat sebuah computer
kecil bertenaga besar. Kecil tapi pedas adalah pendapat untuk
DFI 855GME-MGF, walaupun kecil ternyata mampu menandingi kemampuan
sebuah computer desktop. Kembali ke harga Mobile Processor
bisa menjadi kendala untuk pemakaian board DFI 855GME-MGF,
karena jenis CPU Pentium M dijual lebih mahal. Untuk performa,
Pentium M Dothan dengan L2 2MB dan Pentium M Banias L2 1MB
bisa menjadi pilihan terbaik. Sedangkan Celeron M mungkin
pilihan terbaik untuk DFI 855GME-MGF bila anda menghendaki
processor low cost tetapi tidak kalah kemampuannya dengan
Pentium 4 Desktop
Hotter board

www.dfi.com.tw