|
Menurunkan
Kecepatan Memory
Meningkatkan
speed memory pada BX board dengan menurunkan Speed RAS to CAS
Latency
memory yang umum sekarang digunakan pada memory adalah berkecepatan
latency 2. Dengan munculnya kecepatan memory pada PC133 umumnya
memory dipasarkan sudah dalam disain Latency 2. Bila dahulu memory
-10 kebanyakan memiliki Latency 3 dan -8 dengan Latency 2, pada
generasi memory sekarang sudah didisain pada Latency 2 dengan
kecepatan maksimum pada PC133 -75.
Praktisnya
Latency sebenarnya adalah delay dari kecepatan sebuah memory sewaktu
mentranfer data ke CPU. Latency 2 menandakan memory berkecepatan
lebih tinggi yang responnya lebih cepat serta tranfer rate yang
lebih besar. Umumnya memory dengan Latency 2 bermutu lebih baik
dibandingkan dengan Latency 3. Kendala pada kecepatan memory adalah
salah satu hambatan dalam meng-overclock processor, kecepatan
maksimal pada memory sangat dibutuhkan untuk pengujian processor
pada bus tinggi, dan kendala dalam pengujian kecepatan maksimal
memory menjadi batas kecepatan maksimal processor sewaktu pengujian
overclock. Bagaimana menyiasatkan memory agar dapat mengejar kecepatan
processor. Latency sebuah memory sebenarnya dapat diperlambat
untuk mengurangi atau menghambat kecepatan maksimal memory itu
sendiri sebelum mencapai top speed atau kecepatan batas maksimum.
Dengan mensetup kecepatan delay RAS to CAS dan Precharge time
akan membuat memory bekerja tidak semaksimal yang diinginkan processor.
Setting
ini akan membuat tranfer rate memory sedikit lebih lambat dan
bekerja tidak semaksimal dengan default setting BIOS. Hasilnya
dengan setting merubah delay time atau memperlambat memory akan
membuat kecepatan processor dapat mencapai maksimal sewaktu pengujian
overclock.
Gambar
kiri adalah setting untuk kecepatan default memory, dan kanan
adalah setting memory yang di set diperlambat.

Setting
diatas ini dapat memperlambat kecepatan memory dan menurunkan
tranfer rate memory dari dan ke processor. Pada pengujian
dengan SOYO BA6+IV setting ini dapat meningkatkan kecepatan memory
4MHz. Berikut report dari SisoftSandra 2000 atas memory yang disetting
dari BIOS memory pada Siemens -7 ( 2 X 64MB) dan processor Pentium
III 550E coopermine yang dioverclock mencapai 150MHz. (825MHz)
|
Setting
pada BIOS untuk memory
|
| RAS
to CAS |
3
|
3
|
2
|
| Precharge
Time |
3
|
3
|
2
|
| Latency
Time |
3
|
2
|
2
|
| FSB
: MHz |
Perubahan
Kecepatan Troughput
|
|
100 MHz
|
247
|
259
|
300
|
|
105 MHz
|
253
|
266
|
325
|
|
110 MHz
|
274
|
294
|
337
|
|
115 MHz
|
285
|
297
|
340
|
|
120 MHz
|
296
|
306
|
355
|
|
124 MHz
|
306
|
315
|
365
|
|
133 MHz
|
329
|
339
|
396
|
|
140 MHz
|
348
|
358
|
415
|
|
144 MHz
|
358
|
369
|
425
|
|
150 MHz
|
372
|
383
|
442
|
Dengan
setting 2-2-2, 100MHz dimulai dengan 300MB/sec dan 150MHz mencapai
450MB/sec. Memory PC100 Siemens dipaksa bekerja 150% dari standard
disain dan akan bekerja tidak stabil.. Dengan Setting 3-3-2 atau
2-2-2 tranfer rate dimulai dari 250MB/sec dan peak dicapai dibawah
400MB/sec.

Yang
perlu diingat adalah, setting pada Latency Time untuk memory belum
tentu bekerja pada sebuah motherboard. Beberapa motherboard sudah
mengunakan teknology SPD yang dapat mengatur sendiri kecepatan
memory sendiri. Juga perubahan kecepatan Latency memory belum
tentu dapat bekerja pada sebuah BIOS atau motherboard tertentu.
Demikian juga dengan menurunkan RAS to CAS dan Precharge Time-nya
yang masing-masing memiliki efek yang berbeda.
Kerugian
dengan memperlambat memory
Keuntungan
pada menyeting kecepatan memory sebenarnya untuk memperlambat
atau men-delay kecepatan memory dalam kecepatan tranfer sehingga
tranfer rate menurun dan meningkatkan pemakaian BUS yang lebih
besar. Dengan memperlambat kecepatan tranfer dibawah standard
kecepatan memory maka akan membuat memory dapat bekerja pada BUS
yang lebih tinggi dan masih dapat menangani tranfer ke processor.
Karena pada kecepatan BUS processor yang semakin tinggi (dioverclock),
maka kecepatan tranfer rate yang diperlukan dari processor ke
memory juga akan meningkat.
Tetapi
disamping keuntungan terdapat efek kerugiannya. Dengan memperlambat
memory, computer juga akan dibuat lebih lambat. Kelambatan ini
terjadi pada aplikasi yang memerlukan swap atau simultan melakukan
tranfer dari dan ke memory. Memory yang memiliki tranfer
yang lambat juga akan lebih lama melakukan tranfer data dari memory
dan ke processor. Computer memang akan terlihat sedikit
lebih lambat dalam menampilkan data walaupun kecepatan processor
sudah dianggap memadai.
Teknologi
dalam memperlambat kecepatan memory sebenarnya juga sudah diterapkan
dalam VIA chipset. Pada motherboard yang mengunakan Chipset VIA,
setting memory malah dapat disetting pada beberapa alternatif
FSB processor. Pada VIA chipset, memory PC100 (100MHz) masih dapat
digunakan pada processor berkecepatan 133MHz. Atau memory PC133
malah dapat membuat penampilan processor dengan FSB 100MHz lebih
terlihat ngebut dibandingkan dengan pemakaian memory PC100. Option
ini sementara masih dimiliki pada Chipset VIA..
Baik
buruknya memperlambat memory tentunya tergantung pemakaian apa
yang akan dilakukan. Sekarang tinggal tergantung si pemakai, apakah
akan meng-geber processor sekencang mungkin dengan menurunkan
kecepatan tranfer memory, atau membiarkan memory bekerja secara
standar dengan kecepatan maksimal tetapi kecepatan processor yang
lebih lambat.
|