Heatsink Gigabyte Neon Cooler 775
Pro ED521-MF

Neon Cooler 775 Pro mirip
seperti Intel stock heatsink, dengan flip penjepit langsun
ke mainboard. Heatsink ini ditujukan bagi pemakaian permanen
pada sebuah mainboard. Pada gambar bawah dari bagian kiri
adalah heatsink berikut fan mengunakan ukuran diameter hampir
108mm. Pada bagian kanan adalah sebuah potensio untuk mengatur
kecepatan putaran fan serta berfungsi untuk mematikan control
power agar dapat langsung diatur dari BIOS
Package Gigabyte Neon Cooler
775 Pro ED521-MF

Sebagai perbandingan, Neon Cooler
775 Pro memiliki ukuran lebih besar dari heatsink standard
Intel. Termasuk dimensi fan yang lebih besar dan body heatsink
lebih tinggi.

Untuk lebih jelasnya pada beberapa
gambar dibawah ini dapat dilihat ukuran dari bentuk heatsink
Neon Cooler 775 Pro dibandingkan dengan Intel stock fan. Bentuk
heatsink dari Neon Cooler 775 Pro sedikit lebih melebar, dengan
inti yang menempel dibagian core CPU tidak berbeda. Kedua
fan ini mengunakan flip yang sama dimana heatsink penjepit
heatsink nantinya dimasukan kedalam slot kedudukan pada mainboard
Tetapi untuk bentuk atau dimensinya,
Neon Cooler 775 Pro memiliki ukuran lebih tinggi sekitar 50%
lebih besar dibandingkan standard Intel stock heatsink. Kedua
untuk Inti core atau tembaga pada bagian tengah heatsink dibuat
lebih tebal.
compare Gigabyte Neon Cooler
(left) & Intel stock heatsink(right)



Tipe Neon Cooler 775 Pro
memiliki tambahan dengan penempatan 4 lampu LED berwarna biru.
Dengan penampilan 4 buath LED yang disisipkan dibagian bawah
fan akan memperindah penampilan heatasink serta menarik digunakan
bagi para modding PC.
Fan dari Neon Cooler 775 Pro
mengunakan kekuatan 0.38A. Ketika fan bekerja penuh dengan
diatas kecepatan 3.000RPM maka tingkat suara bising dari fan
akan sama seperti Intel stock heatsink yang mengunakan power
0.42A.
Fan, Neon Cooler 775 Pro include
4 High Density LED (blue)

Working Principle Neon
Cooler 775 Pro .
Ada 2 cara pengaturan kecepatan
fan dari Neon Cooler 775 Pro.Neon Cooler 775 Pro mengunakan
4 pin socket power yang dihubungkan ke socket power fan mainboard.
Processor jenis Prescott memiliki
temperature idle antara 40-45 deg.C. Sedangkan titik panas
yang dijinkan berkisar antara 60-65 Deg.C. Umumnya mainboard
untuk Pentium 4 Prescott sudah menempatkan sistem Smart BIOS.
Ketika tingkat panas processor tercapai pada suhu tertentu,
maka BIOS akan mengirim power kepada fan untuk berputur lebih
cepat untuk mendinginkan processor.
Bila mainboard anda memiliki
pengaturan Smart Fan maka power fan diatur dari BIOS sesuai
kondisi temperature processor. Ketika computer pertama kali
dihidupkan atau power state on, maka fan akan lansung bekerja
sesaat pada putaran penuh. Setelah beberapa detik fan akan
kembali pada putaran rendah dari power yang diberikan oleh
BIOS pada kecepatan 2100RPM
Set On pada PWM adalah mematikan
fungsi control potensio bagi fan. Dan kecepatan fan diambil
alih dari power output yang diberikan BIOS. Bila
PWM diset Off , artinya kecepatan maksimum fan langsung diatur
pada potensio. Potensi atau fan control mengatur tingkat batas
kecepatan putaran fan secara permanen. Misalnya fan diatur
pada tingkat 2000RPM, maka ketika komputer mulai bekerja,
fan akan langsung berada pada kecepatan putaran 2000RPM
Pemakaian setting PWM Off
, user yang mengatur apakah kecepatan putaran fan memiliki
kecepatan rendah untuk menghasilkan tingkat silent atau diset
maksimum speed dengan kecepatan diatas 3.000RPM. Pada setting
Off diartiken kecepatan fan diambil alih pada potensio fan
control, dan BIOS tidak mengatur sama sekali walaupun kondisi
CPU mengalami overheating.
Pada contoh dibawah ini adalah
kondisi set On PWM. Processor sengaja dibiarkan mengalami
overheating dengan memberikan Vcore pada 1.5V. Dengan kondisi
full load processor maka panas processor akan mencapai lebih
dari 56deg.C. Ketika kondisi Idle fan hanya bekerja pada putaran
rendah antara 2000-2200RPM. Ketika panas pencapai 56Deg.C
maka putaran fan otomatis akan berusaha menurunkan panas processor
agar menempatkan suhu pada 56.Deg.C. Pada gambar terlihat
ketika processor sedang full load dan meningkatnya panas pada
processor, maka fan akan bekerja turun naik sesuai perintah
BIOS yang memberikan power bagi fan.
Set On PWM, dynamic speed fan control
by BIOS
